Komunikasi Madani
KOMUNIKASI MADANI
Oleh: Jalaludin
Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Interaksi tersebut dilakukan karena adanya maksud, baik itu memengaruhi lingkungannya maupun tujuan-tujuan tertentu. Kebutuhan ini pula yang memaksa manusia untuk berkomunikasi sebagai salah satu bagian dari proses interaksi yang dilakukan oleh manusia.
Banyak pakar yang menilai bahwa komunikasi merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendasar dalam hidup bermasyarakat. Hal ini didasarkan pada kebutuhan manusia dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dan kebutuhan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya(1). Begitu pentingnya komunikasi dalam kehidupan manusia yang dibuktikan dengan semakin inovatifnya perkembangan teknologi komunikasi itu sendiri. Perkembangan media komunikasi sungguh sangat menakjubkan di era 4.0 saat ini, diantara media komunikasi yang sedang diminati banyak pihak saat ini adalah media sosial seperti facebook dan instagram.
Mengutip dari Tribunnews.com, pada tahun 2019 lalu Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia sebagai pengguna Facebook dan Instagram terbesar yang mencapai 150 juta pengguna mengalahkan Meksiko, Filipina, Rusia, Turki dan Jepang(2). Hal ini jelas akan berdampak pada pola perilaku masyarakat itu sendiri, baik dampak posistif maupun dampak negatif. Dan tidak sedikit pula kasus-kasus yang terjadi saat ini salah satu penyebabnya karena media sosial.
Mengingat bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduknya yang mayoritas menganut agama islam, maka bagi masyarakat muslim Indonesia dianjurkan untuk mengikuti konsep komunikasi yang telah diatur dalam islam, sebagai upaya dalam mengantisipasi pola interaksi dalam berkomunikasi di media sosial. Lalu seperti apa konsep komunikasi dalam islam ?
Islam meyakini bahwa komunikasi sudah ada sejak manusia pertama di ciptakan oleh Allah SWT, yaitu pada zamannya Nabi Adam. Sejak awal keberadaannya, Allah telah menyiapkan perangkat-perangkat yang memungkinkannya untuk berkomunikasi. Perangkat itu adalah lidah dan segala pendukungnya, pendengaran, penglihatan, dan hati. Allah menciptakan telinga agar manusia bisa mendengar, Allah menciptakan mata agar manusia bisa melihat dan Allah menciptakan hati agar manusia bisa berpikir, merasa serta dapat berkomunikasi dengan Allah SWT(3).
Terdapat empat macam komunikasi dalam islam yaitu; Pertama komunikasi dengan Allah, maksudnya adalah sebagai makhluk Allah manusia memiliki ketergantungan dengan penciptamya, harus mengabdi dan melaksanakan perintah-Nya. Dalam hal ini manusia sangat memerlukan saluran untuk dapat berkomunikasi langsung dengan penciptanya. Dengan adanya saluran komunikasi inilah manusia bisa meminta, mengadu serta mencurahkan segala rasa dan keinginan. Kedua komunikasi dengan diri sendiri, sebagai individu manusia memiliki dua dimensi, baik dan jahat. Dalam menjalani kehidupannya, manusia tidak pernah lepas dari keduanya serta pilihan yang dipilinya akan termanifestasikan dalam tingkah lakunya. Dalam proses berpikir untuk memilih antara yang baik dan yang jahat inilah terjadi komunikasi yang dilakukan manusia keda dirinya sendiri. Ketiga komunikasi dengan sesama manusia, maksudnya adalah manusia sebagai makhluk sosial tidak mungkin hidup sendiri dan memisahkan diri dari komunitasnya. Keempat komunikasi dengan alam disekitarnya, tidak dapat dipungkiri bahwa manusia tidak akan pernah bisa lepas dari berinteraksi dengan makhluk selain manusia yang di sekeliling mereka. Dalam pandangan islam, seluruh makhluk hidup itu memiliki kesamaan, yaitu makhluk Allah yang diciptakan di muka bumi ini dengan perlakuan dan perhatian yang sama dari-Nya(4).
Seluruh bentuk kebaikan dan segala hal yang bermanfaat untuk manusia di dunia ini ataupun nanti di akhirat termasuk dalam kategori rahmat. Diantara bentuk rahmat dan wujud kasih sayang Allah kepada seluruh manusia adalah kemampuan berkomunikasi yang dapat menjalin kasih diantara sesamanya. Allah menyebutkan komunikasi dengan istilah “bayan”(5), yang artinya kemampuan menyampaikan sesuatu dengan jelas(6).
Tujuan dari komunikasi dalam islam itu sendiri diantaranya adalah agar manusia saling mengenal dan untuk mewujudkan semangat takwa, menebar semangat Islam (kedamaian dan kenyamanan)(7). Karena muara semua tujuan komunikasi adalah pertukaran pesan dan saling memengaruhi, maka membangun komunikasi yang bertujuan untuk menciptakan suasana yang sehat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari islam. Pengaruh pesan tersebut tidak hanya sesaat, tetapi akan berdampak pada kehidupannya baik ketika di dunia maupun di akhirat. Karena besarnya pengaruh komunikasi di atas, maka kita perlu berpikir sebelum komunikasi, apakah membawa dampak positif atau negatif terhadap diri kita dan orang lain.
*Referensi
1. Muhibudin Wijaya Laksana, Psikologi Komunikasi, Bandung: Pustaka Setia, 2015, hlm. 16
2. Tribun Techno, “Pengguna Sosial Media di Indonesia Terbesar Keempat di Dunia”, diakses dari
https://m.tribunnews.com/techno/, pada tanggal 10 Februari 2020 pukul 23.40.
3. Harjani Hefni, Komunikasi Islam, Jakarta: Kencana, 2015, hlm. 53-58.
4. Ibid, hlm. 59-61.
5. Menurut Ibnu Hajar, bayan itu terbagi dua, pertama, penjelasan maksud yang sebenarnya; kedua,
memperindah retorika sehingga hati para pendengar terpesona mendengarkannya.
6. Harjani Hefni,Op.cit., hlm. 65.
7. Ibid, hlm. 67-70.
Komentar
Posting Komentar